Hitung Total Modal Sampai Barang Tiba
Dalam bisnis impor, banyak pemula hanya fokus pada harga barang dari supplier. Padahal, harga produk di China belum bisa langsung dianggap sebagai modal akhir. Sebelum barang benar-benar tiba dan siap dijual, masih ada banyak biaya lain yang harus dihitung.
Karena itu, penting untuk menghitung total modal sampai barang tiba. Tujuannya agar Anda tidak salah menentukan harga jual, tidak rugi karena ongkir, dan tidak kaget saat muncul biaya tambahan.
Kenapa Total Modal Harus Dihitung Sampai Barang Tiba?
Total modal impor bukan hanya harga barang. Dalam proses impor, barang melewati beberapa tahap, mulai dari pembelian, pengiriman lokal China, gudang, pengiriman internasional, proses impor, hingga barang sampai ke tangan Anda.
Jika semua biaya tidak dihitung sejak awal, produk yang terlihat murah bisa berubah menjadi mahal. Akibatnya, margin keuntungan menipis atau bahkan hilang.
Misalnya, harga produk di 1688 terlihat hanya 5 yuan per pcs. Namun setelah ditambah ongkir lokal China, biaya jasa bayar, ongkir internasional, biaya impor, dan biaya packing, modal sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.
Komponen Biaya yang Harus Dihitung
1. Harga Barang dari Supplier
Ini adalah biaya utama yang biasanya paling pertama dilihat. Harga barang bisa berasal dari platform seperti 1688, Taobao, Alibaba, atau supplier langsung.
Namun, jangan langsung percaya bahwa harga yang tampil adalah harga final. Pastikan dulu:
-
harga per pcs
-
minimum order
-
harga per varian
-
diskon grosir
-
stok tersedia
-
apakah harga sudah termasuk packing atau belum
Sebelum membayar, sebaiknya konfirmasi ulang ke seller agar tidak ada perubahan harga saat checkout.
2. Ongkir Lokal China
Setelah barang dibeli, supplier biasanya harus mengirim barang ke gudang China atau forwarder. Biaya ini disebut ongkir lokal China.
Banyak pembeli lupa menghitung biaya ini. Padahal, ongkir lokal bisa memengaruhi total modal, terutama jika barang berat, besar, atau lokasi supplier jauh dari gudang.
Sebelum order, tanyakan kepada supplier:
-
berapa ongkir ke alamat gudang China
-
estimasi berapa hari pengiriman
-
jasa ekspedisi lokal apa yang digunakan
-
apakah ada nomor resi
-
apakah barang dikirim dalam satu paket atau beberapa paket
3. Biaya Packing Tambahan
Beberapa barang membutuhkan packing tambahan agar aman saat dikirim. Contohnya barang pecah belah, elektronik, produk mudah penyok, atau barang bernilai tinggi.
Biaya packing tambahan bisa berupa:
-
bubble wrap
-
kardus tambahan
-
packing kayu
-
pallet
-
plastik pelindung
-
label atau marking khusus
Jika biaya packing tidak dihitung, modal bisa bertambah saat barang sudah siap dikirim.
4. Biaya Jasa Pembayaran
Jika Anda tidak bisa membayar langsung ke supplier China, biasanya Anda menggunakan jasa pembayaran. Biaya ini bisa dipengaruhi oleh kurs, fee, atau selisih konversi mata uang.
Saat menghitung modal, jangan hanya melihat nominal yuan. Hitung berapa rupiah yang benar-benar keluar untuk membayar supplier.
Contohnya:
-
harga barang: 1.000 yuan
-
kurs pembayaran: Rp2.300
-
total rupiah: Rp2.300.000
Jika ada biaya layanan, masukkan juga ke total modal.
5. Biaya Gudang China
Jika barang masuk ke gudang China, bisa saja ada biaya tambahan tergantung layanan yang digunakan. Misalnya:
-
biaya penerimaan barang
-
biaya penyimpanan jika terlalu lama
-
biaya sortir
-
biaya konsolidasi
-
biaya foto barang
-
biaya re-packing
Tidak semua gudang mengenakan biaya yang sama, tetapi tetap perlu ditanyakan sejak awal.
6. Ongkir Internasional
Ongkir internasional adalah biaya pengiriman dari China ke Indonesia. Biaya ini bisa dihitung berdasarkan berat, volume, atau minimum charge.
Untuk pengiriman laut, perhitungan biasanya memakai CBM atau volume. Untuk pengiriman udara, perhitungan bisa memakai berat aktual atau berat volume, tergantung mana yang lebih besar.
Sebelum menentukan harga jual, pastikan Anda tahu:
-
berat aktual barang
-
ukuran karton
-
volume total
-
metode pengiriman
-
tarif per kg atau per CBM
-
minimum charge
-
estimasi waktu tiba
Barang kecil belum tentu murah jika terkena minimum charge. Barang ringan juga bisa mahal jika volumenya besar.
7. Biaya Impor dan Pajak
Dalam impor, ada biaya yang berkaitan dengan proses masuk barang ke Indonesia. Komponennya bisa berbeda tergantung jenis barang, jalur pengiriman, nilai barang, dan aturan yang berlaku.
Secara umum, biaya yang perlu diperhatikan antara lain:
-
bea masuk
-
PPN impor
-
PPh impor jika berlaku
-
biaya clearance
-
biaya administrasi
-
biaya handling
Jika menggunakan jasa borongan, biaya ini sering digabung dalam tarif. Namun, jika impor resmi, komponen biaya biasanya lebih terlihat dan perlu dihitung secara rinci.
8. Biaya Pengiriman Domestik di Indonesia
Setelah barang tiba di Indonesia, barang mungkin masih perlu dikirim ke alamat Anda, toko, gudang, atau customer.
Biaya ini juga harus masuk perhitungan modal, terutama jika barang dikirim dari pelabuhan, gudang forwarder, atau kota tertentu ke lokasi Anda.
Jangan lupa hitung:
-
ongkir dari gudang Indonesia ke alamat Anda
-
biaya pickup
-
biaya bongkar muat
-
biaya ekspedisi lokal
-
biaya tambahan jika barang besar atau berat
9. Biaya Marketplace dan Penjualan
Jika barang akan dijual di marketplace, modal juga harus memperhitungkan biaya penjualan. Banyak penjual lupa menghitung biaya ini, padahal sangat memengaruhi margin.
Biaya penjualan bisa meliputi:
-
biaya admin marketplace
-
biaya layanan
-
biaya iklan
-
biaya gratis ongkir
-
biaya packing ke customer
-
biaya retur
-
biaya promosi
-
biaya affiliate atau komisi
Jika biaya ini tidak dihitung, harga jual bisa terlihat untung di awal, tetapi rugi setelah semua potongan masuk.
Contoh Perhitungan Total Modal
Misalnya Anda membeli produk dari China dengan rincian:
-
Harga barang: Rp2.000.000
-
Ongkir lokal China: Rp150.000
-
Biaya jasa pembayaran: Rp50.000
-
Packing tambahan: Rp100.000
-
Ongkir internasional: Rp800.000
-
Biaya impor dan handling: Rp400.000
-
Ongkir domestik Indonesia: Rp150.000
Maka total modal sampai barang tiba adalah:
Rp2.000.000 + Rp150.000 + Rp50.000 + Rp100.000 + Rp800.000 + Rp400.000 + Rp150.000 = Rp3.650.000
Jika jumlah barang 100 pcs, maka modal per pcs:
Rp3.650.000 ÷ 100 = Rp36.500 per pcs
Jadi, harga produk dari supplier mungkin hanya Rp20.000 per pcs, tetapi setelah semua biaya dihitung, modal sebenarnya menjadi Rp36.500 per pcs.
Kenapa Modal Per Pcs Harus Dihitung?
Modal per pcs penting untuk menentukan harga jual. Tanpa menghitung modal per pcs, Anda bisa salah menentukan margin.
Misalnya modal per pcs Rp36.500, lalu Anda menjual Rp39.000. Sekilas terlihat untung, tetapi setelah dipotong biaya marketplace, packing, dan promosi, keuntungan bisa sangat kecil atau bahkan rugi.
Karena itu, setelah barang tiba, hitung ulang modal final sebelum menentukan harga jual.
Rumus Sederhana Menghitung Modal Impor
Rumus sederhananya:
Total Modal = Harga Barang + Ongkir Lokal China + Biaya Pembayaran + Packing + Ongkir Internasional + Biaya Impor + Ongkir Domestik + Biaya Tambahan
Lalu untuk menghitung modal per pcs:
Modal Per Pcs = Total Modal ÷ Jumlah Barang
Jika ada barang rusak atau cacat, sebaiknya modal dihitung berdasarkan jumlah barang yang layak jual, bukan jumlah barang yang dibeli.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menghitung modal impor adalah:
-
hanya menghitung harga produk dari supplier
-
lupa ongkir lokal China
-
tidak menanyakan berat dan volume barang
-
tidak menghitung minimum charge
-
tidak memasukkan biaya packing
-
lupa biaya pembayaran dan kurs
-
tidak menghitung biaya impor
-
tidak menghitung biaya marketplace
-
tidak menyediakan dana cadangan
-
menentukan harga jual sebelum barang tiba
Kesalahan ini bisa membuat bisnis terlihat untung di atas kertas, tetapi sebenarnya modal belum kembali sepenuhnya.
Tips Agar Tidak Salah Hitung Modal
Agar perhitungan modal lebih aman, lakukan beberapa langkah berikut:
-
Minta rincian harga final dari supplier.
-
Tanyakan ongkir lokal China sebelum bayar.
-
Minta estimasi berat dan volume paket.
-
Tanyakan tarif pengiriman internasional.
-
Cek apakah ada minimum charge.
-
Masukkan biaya packing tambahan.
-
Hitung biaya pembayaran berdasarkan kurs aktual.
-
Siapkan dana cadangan untuk biaya tak terduga.
-
Hitung ulang modal setelah barang tiba.
-
Tentukan harga jual berdasarkan modal final.
Kesimpulan
Hitung total modal sampai barang tiba adalah langkah penting sebelum menjual produk impor. Jangan hanya berpatokan pada harga barang dari supplier, karena masih ada biaya lain seperti ongkir lokal China, biaya pembayaran, packing, ongkir internasional, biaya impor, dan ongkir domestik.
Dengan menghitung modal secara lengkap, Anda bisa menentukan harga jual dengan lebih tepat, menjaga margin keuntungan, dan menghindari kerugian. Dalam bisnis impor, produk murah belum tentu menguntungkan jika total biaya tidak dihitung sejak awal.
Jadi, sebelum order dan sebelum jualan, pastikan Anda tahu angka sebenarnya: berapa total modal sampai barang tiba dan berapa modal per pcs yang harus ditutup dari harga jual.