Jangan Hanya Tahu Cara Belanja, Kenali Perjalanan Barang Impor
Membeli barang di marketplace China terlihat sederhana. Pebisnis mencari produk, memilih varian, membuat pesanan, lalu menyelesaikan transaksi. Namun, setelah itu barang tidak langsung muncul di Indonesia.
Ada perjalanan panjang yang harus dilalui. Produk mungkin perlu diproduksi, dikirim melalui kurir lokal China, diterima gudang, dikonsolidasikan, dijadwalkan melalui laut atau udara, menjalani proses kepabeanan, kemudian dikirim menuju alamat penerima.
Pebisnis yang hanya memahami cara membeli biasanya mulai bingung saat barang tidak segera tiba. Sebaliknya, pebisnis yang memahami perjalanan barang dapat memantau pesanan berdasarkan tahap yang sedang berjalan.
Tahap 1: Konfirmasi Produk dan Stok
Sebelum membayar, pastikan seller memiliki barang yang dibutuhkan. Produk yang tampil di marketplace belum tentu tersedia dalam jumlah yang sama.
Tanyakan kepada seller:
- apakah stok tersedia;
- apakah seluruh varian siap;
- berapa lama waktu produksi;
- apakah produk sesuai foto dan spesifikasi;
- bagaimana metode packing;
- berapa perkiraan berat dan volume.
Jika barang dibuat khusus, proses impor sebenarnya sudah dimulai sejak produksi, bukan sejak paket dikirim.
Tahap 2: Pesanan dan Transaksi
Setelah detail disepakati, periksa jumlah, varian, harga, ongkir lokal China, dan alamat gudang. Kesalahan pada tahap ini dapat terbawa sampai barang tiba.
Simpan nomor pesanan, invoice, bukti transaksi, dan percakapan penting. Data tersebut akan dibutuhkan jika seller mengirim jumlah yang berbeda atau transaksi harus ditelusuri.
Tahap 3: Pengiriman Lokal China
Seller menyerahkan paket kepada kurir domestik. Pada tahap ini, barang baru bergerak dari lokasi seller menuju gudang China.
Nomor resi perlu disimpan. Jika satu pesanan dikirim dalam beberapa kardus, minta seluruh nomor resinya. Pastikan marking ditulis pada setiap kardus agar gudang dapat mengenali pemilik paket.
Jika barang belum masuk gudang, periksa apakah seller benar-benar sudah mengirim atau paket masih dalam perjalanan.
Tahap 4: Penerimaan di Gudang China
Gudang menjadi tempat transit sebelum barang diberangkatkan ke Indonesia. Tergantung jenis layanan, gudang dapat mencatat paket, jumlah koli, berat, dan volume.
Namun, penerimaan paket tidak selalu berarti seluruh isi telah diperiksa satu per satu. Pemeriksaan warna, jumlah satuan, kualitas, atau fungsi mungkin menjadi layanan tambahan.
Untuk barang custom atau bernilai tinggi, tanyakan apakah pemeriksaan dan dokumentasi perlu dilakukan sebelum pengiriman internasional.
Tahap 5: Konsolidasi dan Persiapan
Jika pebisnis membeli dari beberapa seller, barang dapat dikumpulkan terlebih dahulu. Proses ini disebut konsolidasi.
Konsolidasi membantu mengatur beberapa pesanan dalam satu periode pengiriman. Namun, pebisnis harus memiliki catatan yang rapi agar setiap paket dapat dikenali.
Data pentingnya meliputi:
- nama seller;
- nomor pesanan;
- nomor resi;
- jumlah koli;
- marking;
- jenis produk;
- berat dan volume.
Tahap 6: Pengiriman China–Indonesia
Barang kemudian dijadwalkan melalui laut atau udara sesuai kategori, ukuran, kebutuhan waktu, dan layanan yang tersedia.
Pengiriman laut umumnya dipertimbangkan untuk volume besar atau barang yang tidak mendesak. Jalur udara dapat digunakan untuk barang tertentu yang membutuhkan waktu lebih cepat, meskipun biayanya biasanya lebih tinggi.
Estimasi perjalanan bukan jaminan tanggal tiba. Jadwal dapat dipengaruhi antrean gudang, kapasitas angkut, cuaca, terminal, dan kondisi operasional lainnya.
Tahap 7: Proses Kepabeanan
Ketika barang masuk Indonesia, terdapat proses kepabeanan yang harus dilalui. Pemeriksaan dapat berkaitan dengan dokumen, jenis barang, atau kondisi fisik kiriman.
Pebisnis perlu memastikan deskripsi barang disampaikan dengan benar. Produk yang memiliki baterai, cairan, magnet, bahan kimia, merek tertentu, atau fungsi khusus perlu ditanyakan sebelum dibeli.
Tahap 8: Pengiriman Akhir
Setelah proses sebelumnya selesai, barang dikirim atau diserahkan menuju tujuan di Indonesia. Pada tahap ini masih dapat terdapat biaya pengiriman domestik.
Saat menerima barang, periksa:
- jumlah kardus;
- kondisi kemasan;
- nomor atau label koli;
- kesesuaian isi dengan packing list;
- kerusakan yang terlihat.
Dokumentasikan pembukaan paket apabila diperlukan untuk pengajuan komplain.
Mengapa Mengetahui Posisi Barang Sangat Penting?
Pertanyaan “barang saya di mana?” akan lebih mudah dijawab jika pebisnis mengetahui tahap terakhirnya.
Jika belum ada resi, hubungi seller. Jika resi masih bergerak, periksa kurir lokal China. Jika paket sudah diterima gudang, tanyakan status pencatatan atau persiapan. Jika sudah berangkat, pantau informasi pengiriman internasional.
Pemahaman ini membuat komunikasi lebih terarah dan mencegah semua masalah langsung dibebankan kepada satu pihak.
Kesimpulan
Pebisnis tidak cukup hanya mengetahui cara mencari dan membeli barang di China. Perjalanan setelah transaksi justru menentukan kapan barang tiba, berapa biaya akhirnya, dan apa yang harus dilakukan ketika muncul kendala.
Dengan memahami setiap tahap, pebisnis dapat memantau pesanan menggunakan data, menyiapkan waktu yang realistis, dan menghubungi pihak yang tepat sesuai posisi barang.